Showing posts with label cinta. Show all posts
Showing posts with label cinta. Show all posts

Sunday, October 31, 2010

CINTA KEPADA ALLAH DAN RASSUL

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيم



ألسـلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala, Rabb semesta alam.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam, keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang mengikuti beliau hingga akhir zaman.

Bukti dari sifat rahman & rahim ALLAH adalah :
Menciptakan hati & rasa cinta pada makhluknya.
Cinta adalah sumber ispirasi serta motivasi yang menakjubkan,untuk pengabdian kita dlm hidup & kehidupan ini.
Jika tdk dipelihara,cinta yg terpatri dlm hati bagaikan pohon yg tak pernah tersiram air, layu,..kemudian kering,..tanpa bunga,..tanpa buah,..& akhirnya akan mati.
Cinta seperti itu membuat hati gersang & tandus.
Mata adalah refleksi hati,mata yg tidak lagi bisa menangis menjadi isyarat hati yg sekarat menunggu kematian. Sungguh sangat manusiawi,jika ada rasa rindu dihati org yg dilanda cinta, Ia selalu ingin berjumpa ,mendengar ,& berbicara dgn sang pujaan hati .
Hatinya akan bergetar jika sang kekasih disebut namanya .
Air mata akan mengalir bukti rasa rindu di dadanya ,& yg pasti perbuatannya akan selalu mengikuti segala yg di inginkannya .

Subhanallah,… Maha suci ALLAH yg telah menciptakan rasa rindu & cinta pd makhluknya.
Cinta & rindu kpd sang pemberi cinta,akan selalu hadir dlm diri setiap org yg beriman .
Hatinya akan bergetar merindukan pertemuan dgn’Nya , bergetar mengharapkan cinta kasih’Nya, bergetar karena takut akan azab’Nya, bergetar karena mengharap ridha’Nya,& bergetar karena salah & dosa yg diperbuatnya!

Demikian yg di gambarkan ALLAH dlm firman’Nya :

”Dan apabila disebut nama ALLAH,maka bergetarlah hatinya”

Bayangkan ,….!!!
hanya dgn disebut nama’Nya,.maka bergetarlah hati org-org yg beriman .
Bagaimana dgn hati kita,…??
Cintakah kita dgn’Nya,……..??
Rindukah kita dgn’Nya,…….??

Bukankah ALLAH akan merindukan org yg merindukan’Nya,…
Bukankah ALLAH akan sll mengingat org yg sll mengingat’Nya,… Setelah merindukan sang pemberi cinta ,bagaimana cinta kita kpd Utusan’Nya,…??? Seseorang yg dicintai ALLAH,.pria sejati yg berjuang dlm membela hak manusia, Menghapuskan perbudakan,penindasa

n,& kesemrawutan dunia.
Sang Nabi yg sll sabar dlm menyebarkan risalahnya,& Ia sll mencintai umatnya.
Setiap muslim wajib mencintai ALLAH & Rassulullah,melebihi
cintanya kpd semua makhluk.

Niscaya,.. buah cinta yg sangat agung bs dipetik di dunia maupun di akhirat.
Demikian perintah sang Khaliq dlm Al-quran ;

”Katakanlah,.jika bpk-bpk,istri-istri,
anak-anak,sodara/i,kaum keluargamu,harta kekayaan yg kamu usahakan,perniagaan yg kamu khawatirkan kerugiannya,& rumah-rumah tempat tinggal yg kamu sukai adalah lebih kamu cintai dari pada ALLAH & Rassul’Nya,& (dari) berjihad di jalan’Nya,maka tunggulah sampai ALLAH mendatangkan keputusan’Nya. & ALLAH tidak memberi petunjuk kpd org-org yg fasik”.
(At-taubah: 24).

Lagi-lagi dlm hati kita bertanya,apa sebenarnya makna cinta kita kpd Rassul,….??
Dari mana datangnya,….??
Bisakah membangun cinta kpd org yg belum pernah kita jumpai,….??
Bagaimana membangun cinta dlm sekejap,….??
Apakah mungkin ,….??
Bukankah cinta perlu pembiasaan ,….??
Kata org jawa,witing tresno jalaran soko kulino.

Hampir setiap hari kita membaca nama Rassul dlm setiap shalat,apakah mengucapkan nama Rassul secara berulang-ulang dpt membangkitkan rasa cinta, ….??
Sulit memang menjawab pertanyaan2 tersebut .
Apapun alasannya ,yg pasti ALLAH memerintahkan kita untuk mencintainya.
Bukti cinta itu adalah melaksanakan perintah ALLAH & Rassul’Nya.
Sementara itu, tangisan & puji-pujian kita kpd’nya,merupakan salah satu exspresi cinta kpd Rassul ,yg telah menuntun kita dlm menjalankan kehidupan .
Dengan demikian, jangan katakan cinta Rassul kalau hati tdk bergetar saat mendengar namanya .
Jangan katakan rindu Rassul, jika hati tak bergejolak ketika namanya disebut ,& Jangan katakan kita umat Rassul ,kalau kita tdk melaksanakan segala yg di perintahkan,& meninggalkan semua larangan'Nya.

Mazz adeeth minta maaf apabila terdapat kekurangan/kesalahan
dalam penulisan ini, karena dangkalnya pengetahuan dalam mendalami Islam sebagai agama yang dicintai. Semua hanya berpulang kepada niat baik dan didasari hati yang ikhlas, tulus, serta niat ingin berbagi.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Smoga bermanfaat.
Amieeeen,...61x.

وألسـلام عليكم ورحمة الله وبركات


Mazz Adeeth ألفقير


CIREBON, Minggu 17 Agustus 2006.

Sunday, October 24, 2010

Kesadaran Cinta

Mulutku tertutup agar jemariku dapat berbicara, kakiku terlipat agar kepalaku dapat berlari, Jasadku teronggok agar Ruh ku dapat berkelana... Ternyata manusia telah sakti, dengan akal ia mampu berdiri, sesaat aku merasa akan abadi, padahal suatu saat akan mati, lalu bagaimana aku nanti? saat meninggalkan dunia ini.. Apakah harta, anak dan istri.. sudi menemani.. saat tubuh yang dikafani.. telah terkubur dalam bumi?

Inilah yang seharusnya membuat kita menyadari kesementaraan hidup kita di dunia, dengan umurnya yang sangat pendek, apakah manusia sanggup mencari cintanya yang abadi disaat segala sesuatu ciptaan-Nya memiliki akhir? Dalam sisa umur kita yang merupakan rahasia ini, apakah kita akan sanggup menemukan kebenaran dan meraih cinta-Nya? atau kita akan terjebak dalam belenggu hawa nafsu hingga akhir hayat. Seperti ungkapan seorang penyair, “Binatang terbebas karena kebodohannya, malaikat terbebas karena pengetahuannya, diantaranya, manusia yang tetap berjuang.” Kita dihadapkan pada dua pilihan. Apakah kita akan menjadi lebih buruk dari hewan dengan hawa nafsu kita atau kita akan menjadi lebih baik dari malaikat karena cinta. Seperti sosok mulia Imam Ali bin Abi Thalib as yang sebenarnya telah mengetahui siapa yang akan membunuhnya, namun dia tak berniat untuk menghentikannya, bahkan hanya berkata, “Hai Ibn Muljam, janganlah kau tidur dengan tengkurap, karena itu tidurnya pengkhianat, tidurlah dengan posisi terlentang seperti para Nabi, atau miring ke samping seperti para wali.” Atau kita bisa melihat perjuangan Imam Hussain bin Ali as yang sudah mengetahui akan ajalnya di tangan pasukan Yazid bin Muawiyah namun tak sedikitpun gentar, padahal satu demi satu keluarganya dibantai dengan kejamnya. Bagai penggalan kisah Sumayah dan keluarganya yang disiksa dan dibunuh dengan kejam dihadapan Abu Jahal dan kawan – kawannya. Ia dipaksa meninggalkan keimanannya, tetapi tak sedikitpun ia berubah. Dengan keteguhan ia terus – menerus mengucapkan Tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad ialah rasul-Nya. Sementara ia sedang menderita karena siksa, utusan Rasulullah Saw datang menemuinya memberitahu bahwa ia dapat berpura – pura menyatakan kafir, tapi tetap beriman didalam hati sebagaimana firman Allah, “Kecuali orang yang terpaksa, tetapi hati tetap beriman.” (QS. 16: 106) Namun dengan tegarnya Sumayah berkata. “Sampaikan salam saya kepada Rasulullah. Katakan bahwa Sumayah, yang hatinya telah disucikan Allah dengan iman, tidak akan mengotori lidahnya dengan kata – kata kufur.” Mendengar teriakannya, Abu Jahal geram dan lantas menusuk rahim Sumayah dengan pedangnya dan Sumayah pun akhirnya gugur karena kehabisan darah. Contoh cinta lainnya seperti Abu Dzar yang selalu berkata jujur. Ia tak pernah menyembunyikan keyakinan yang dianggapnya benar, seperti sabda Rasulullah Saw, “Katakanlah yang benar walaupun itu pahit.”. Ia senantiasa menjadi kritikus yang tangguh pada pemerintahan Islam pada waktu itu. Ia berdiri dan berbicara lantang di hadapan Usman bin Affan dan memperbaiki perilakunya. Dan Ia pun melakukan hal yang sama pada pemerintahan Muawiyah. Akhirnya ia dibuang ke Ribzah dan meninggal sendirian seperti yang telah dinubuatkan Rasulullah Saw untuknya, “Ia datang sendiri, mati sendiri, dan akan dibangkitkan pada hari kiamat sendirian pula.” Bahkan Rasulullah Saw pernah berkata tentang Abu Dzar, “Dibawah langit ini, tidak ada lagi lidah yang lebih jujur kecuali lidah Abu Dzar.” Rasulullah Saw berkata, “Jihad yang paling baik ialah menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim.” Seperti dalam firman Allah. “Wahai orang – orang yang beriman. Takutlah kepada Allah, dan ucapkanlah kata – kata yang benar, niscaya Allah memperbaiki pekerjaanmu dan memaafkan dosa – dosamu. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, sungguh ia akan memperoleh kemenangan yang besar.” (QS. 33 : 70 – 71). Inilah kekuatan cinta yang paling tinggi dan luhur. Justru kekuatan cinta yang terbesar didapatkan dengan kematian, Banyak diantara hamba – hamba Tuhan yang beribadah dengan perhitungan, dia menghitung semua dosa yang ia perbuat dengan membayarnya dengan perbuatan baik, lalu dia mengulangi lagi dosanya, terus – menerus. Dalam sebuah kisah, Rabi'ah al-Adawiyah berlari ke tengah pasar dengan membawa se ember air di tangan kanan dan sebilah obor di tangan kiri. Orang keheranan dan bertanya, "Hai Rabi'ah, apa yang kau lakukan?" Sufi perempuan itu menjawab. "Dengan air ini aku ingin memadamkan neraka. Dengan api ini, aku ingin membakar surga, supaya setelah ini orang tidak lagi menyembah Tuhan karena takut akan neraka dan berharap akan surga. Aku ingin setelah ini hamba - hamba Tuhan akan menyembah-Nya hanya karena cinta." Imam Ja'far as Shadiq berkata, "Membangkang kepada Allah sambil mengaku bahwa engkau mencintai-Nya? Demi hidupku, ini ajaib! Apabila cintamu sejati, pasti engkau akan mematuhi-Nya, karena pecinta patuh pada yang dicintainya." Ketaatan dan peribadatan seseorang kepada Allah Swt selaras dengan cintanya kepada Allah Swt. Pada dasarnya, cintalah yang membawa pada ketaatan; si pecinta tidak mampu menolak keinginan yang dicintainya. Dengan cinta, seseorang akan bersedia dan berusaha melakukan yang terbaik demi memenuhi keinginan dan memberikan kebahagiaan bagi yang dicintainya.

Bentuk Cinta.


Cintaku, jangan jadikan perpisahan dengan-Mu sebagai nikmat bagiku. Sulitkanlah setiap langkahku, rintangilah setiap jalanku. Agar aku semakin rindu dan mencintai perjumpaan dengan-Mu. Sungguh dalam setiap perjalanan, seseorang hanya ingin cepat sampai di tujuan dan tidak ingin berlama- lama di persinggahan. Lalu mengapa aku tetap tertahan di persinggahan? Cukupkanlah bekalku, bekalku hanya kecintaanku pada-Mu.


Cinta dalam level tertingginya ialah cinta kepada Tuhan, seseorang yang telah mencapai tingkatan ini akan meninggalkan ketergantungannya dan keterikatan hatinya kepada dunia. Tetapi bukan lantas menjadikan mereka mengharamkan sesuatu yang halal bagi mereka. Mereka hanya berusaha memerdekakan hati mereka dari keterikatan terhadap dunia. Mereka disebut sebagai zahid, atau orang – orang yang zuhud. Zuhud berarti menahan diri, bukan lantas menjadikan kita tidak menelantarkan keluarga demi ibadah yang terus menerus kepada Tuhan, namun seperti kata Imam Ali as, “Bukanlah seorang zahid itu adalah orang yang tidak memiliki apapun, tapi seorang zahid itu ialah yang hatinya tidak dimiliki oleh apapun.” Dharah bin Dhammah pernah bercerita di hadapan Muawiyah tentang Ali bin Abi Thalib. “Aku bersaksi telah melihatnya suatu ketika, di saat malam menjulurkan tirainya dan bintang – bintang mulai redup terbenam: ia berdiri di mihrabnya bagai tersengat ular berbisa, gelisah laksana seorang yang sangat parah sakitnya, menangis tersedu – sedu memegangi janggutnya seraya berbisik, ‘Wahai dunia, bukan aku orangnya yang bisa kauperdayakan. Adakah untukku engkau berhias? Atau kepadaku engkau mengharap. Tidak? Telah kuceraikan engkau dengan tiga talak hingga tak mungkin lagi engkau kembali. Usiamu pendek. Nilaimu rendah, tapi bahayamu besar. Oh, betapa sedikitnya bekal, jauhnya perjalanan, dan sunyinya perantauan.” Seseorang yang telah mencapai derajat zuhud seperti ini sulit untuk merasakan kekecewaan dalam hidup. Karena ia menyadari cinta yang telah diberikan Allah Swt kepadanya. Bahwa segala nikmat dan cobaan yang datang kepadanya tiada lain ialah bentuk kasih sayang Tuhan kepadanya.
Manusia yang telah membebaskan diri dari keterikatan hatinya terhadap dunia akan mengalami sebuah pengalaman spiritual dan ruhani yang tinggi. Imam Ali bin Abi Thalib as berkata, “Barangsiapa yang zuhud dalam dunia, tidak sedih karena kehinaannya (dunia) dan tidak ambisius untuk memperoleh kemuliaannya, Allah akan memberinya petunjuk tanpa melewati petunjuk makhluk-Nya. Dia akan mengajarinya ilmu tanpa ia mempelajarinya. Allah mengokohkan hikmah dalam hatinya dan mengeluarkan hikmah itu melalui lidahnya.” (Al-Bihar 78:63) Para sufi menyebutnya ilmu laduni. Ilmu yang diberikan Allah langsung tanpa perantara makhluk-Nya. Kita dapat memperoleh dalam epistemologi Islam ilmu yang didapat lewat pengamatan empiris seperti sains, atau ilmu yang didapat melewati permenungan rasional seperti filsafat, juga melalui guru – guru Anda. Namun semua ilmu tersebut pada hakikatnya tetap Anda peroleh dari Allah melalui makhluk-Nya. Anda dapat memperoleh ilmu langsung dari Allah Swt. Dia mengilhamkannya langsung ke dalam hati Anda seperti seorang Ibu yang merasakan anaknya dalam situasi yang berbahaya tanpa seorang pun memberitahunya. Ilmu semacam itulah yang bisa menjelaskan mengapa orang – orang suci dapat tahu sebelum diberi tahu. Imam Ali bin Abi Thalib as berkata, “Bila kalian zuhud, kalian akan dibebaskan dari penderitaan dunia, dan memperoleh kebahagiaan di kampung yang kekal (akhirat).” (Ghurar al-Hikam).

Saturday, October 2, 2010

Janji Bertemu Di Surga

Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja' bin Amr An-Nakha'i, ia berkata: "Adalah di Kufah, terdapat pemuda tampan, dia kuat beribadah dan sangat rajin. Suatu saat dia mampir berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha'. Dia melihat seorang wanita cantik dari mereka sehingga dia jatuh cinta dan kasmaran. Dan ternyata, si wanita cantik ini pun begitu juga padanya. Karena sudah jatuh cinta, akhirnya pemuda itu mengutus seseorang melamarnya dari ayahnya. Tetapi si ayah mengabarkan bahwa putrinya telah dijodohkan dengan sepupunya. Walau demikian, cinta keduanya tak bisa padam bahkan semakin berkobar. Si wanita akhirnya mengirim pesan lewat seseorang untuk si pemuda, bunyinya, 'Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku'. Dijawab oleh pemuda tadi melalui orang suruhannya, 'Aku tidak setuju dengan dua alternatif itu:

''Sesungguhnya aku merasa takut bila aku berbuat maksiat pada Rabbku akan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar. (Yunus: 15).

Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobarannya.'

Ketika disampaikan pesan tadi kepada si wanita, dia berkata: "Walau demikian, rupanya dia masih takut kepada Allah? Demi Allah, tak ada seseorang yang lebih berhak untuk bertakwa kepada Allah dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk itu." Kemudian dia meninggalkan urusan dunia dan menyingkirkan perbuatan-perbuatan buruknya serta mulai beribadah mendekatkan diri kepada Allah. Akan tetapi, dia masih menyimpan perasaan cinta dan rindu pada sang pemuda. Tubuhnya mulai kurus dan kurus menahan perasaan rindunya, sampai akhirnya dia meninggal dunia karenanya. Dan si pemuda itu seringkali berziarah ke kuburannya, dia menangis dan mendo'akannya. Suatu waktu dia tertidur di atas kuburannya. Dia bermimpi berjumpa dengan kekasihnya dengan penampilan yang sangat baik. Dalam mimpi dia sempat bertanya: "Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kau dapatkan setelah meninggal?"

Dia menjawab: "Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat menggiring menuju kebaikan".

Pemuda itu bertanya: "Jika demikian, kemanakah kau menuju?"

Dia jawab: "Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang tak berakhir. Di Surga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak."

Pemuda itu berkata: "Aku harap kau selalu ingat padaku di sana, sebab aku di sini juga tidak melupakanmu." Dia jawab: "Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku meminta kepada Tuhanku dan Tuhanmu (Allah Subha-nahu wa Ta'ala) agar kita nanti bisa dikumpulkan. Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam ibadah."

Si Pemuda bertanya: "Kapan aku bisa melihatmu?" Jawab si wanita: "Tak lama lagi kau akan datang melihat kami." Tujuh hari setelah mimpi itu berlalu, si pemuda dipanggil oleh Allah menuju kehadiratNya, meninggal dunia.

Sunday, August 15, 2010

Berikanlah Cinta

Kita dilahirkan dengan dua mata di depan, karena seharusnya kita melihat
yang ada di depan dan bukan yg sudah berlalu.

Kita lahir dengan dua telinga, satu kiri dan satu di kanan sehingga kita
dapat mendengar dari dua sisi dan dua arah. Menangkap pujian maupun
kritikan, dan mendengar mana yang salah dan mana yang benar.

Kita dilahirkan dengan otak tersembunyi di kepala, sehingga bagaimanapun
miskinnya kita, kita tetap kaya. Karena tak seorang pun dapat mencuri isi
otak kita. Yang lebih berharga dari segala permata yang ada.

Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga, namun cukup dengan satu mulut.
Karena mulut tadi adalah senjata yang tajam, Yang dapat melukai, memfitnah,
bahkan membunuh.
Lebih baik sedikit bicara, tapi banyak mendengar dan melihat.

Kita dilahirkan dengan satu hati, yang mengingatkan kita. Untuk menghargai
dan memberikan cinta kasih dari dalam lubuk hati. Belajar untuk mencintai
dan menikmati untuk dicintai, tetapi jangan pernah mengharapkan orang lain
mencintai anda dengan cara dan sebanyak yang sudah anda berikan.

Berikanlah Cinta tanpa mengharapkan balasan, maka anda akan menemukan bahwa
hidup ini terasa menjadi lebih indah.

Inilah Cinta

Inilah cinta

Kala ruh, darah, dan jasad ini

Adalah bukti cinta para pecinta sejati

Layaknya jantung yang terkoyak milik Hamzah bin abdul mutthalib

Tubuh yang tercabik berpuluh pedang milik anas bin abi nadr di perang uhud

Hingga tiada terkenali kecuali dari jarinya yang tersisa

Inilah cinta

Kala maal, jiwa dan raga

Adalah saksi cinta tak terbantahkan

Cinta Abu Bakar yang tak ragu menginfakkan segala hartanya bagi Islam dan

Mentsiqohkan keluarganya pada Rabb dan RasulNya

Inilah cinta

Kala tetesan peluh, tetesan darah, degupan jantung

Menoreh sejarah sepanjang masa

Cinta seorang Hasan al banna yang menggelora akan kebangkitan Islam

Tetesan darah yang menjadi saksi jihad, dan sisa detak jantung yang terus
menabuhkan genderang jihad hingga detik ini

kala tak satupun orang yang boleh menolongnya, dan asy syahid Hasan al banna
syahid kala tetes darahnya berakhir

Inilah cinta...

Cinta yang membuat khalid bin walid lebih menyukai malam-malam dingin di
medan jihad

Dibandingkan malam-malam hangat bersama istri tercintanya

Inilah cinta..

Yang terlukis dari senyuman indah Sayid Qutb kala kerinduannya bertemu
Rabbnya terkabul dari tiang gantungan

Inilah cinta

Kala Nusaibah dan Al Khansa

Rela menginfakkan keluarganya dan berdarah-darah demi menjaga Rasulullah

Ikhwati fillah inilah cinta..

Cinta yang membuat manusia biasa menjadi manusia-manusia langit

Cinta yang membuat kekasih kita Rasulullah saw

Di akhir hidupnya terus berkata umati.umati. umati

Inilah cinta yang terang

Cinta yang berbuah jannati

Cinta para pecinta sejati

( azsya )

Yang merindu satu cinta yang terang...

Kini hingga akhir masa..

Kekuatan Api Cinta

Hati itu terkadang seperti baja, maka jangan digergaji, dikapak ataupun di palu…

Alkisah suatu ketika, Kapak, Gergaji, Palu, dan Nyala Api sedang mengadakan perjalanan bersama-sama. Di suatu tempat, perjalanan mereka terhenti karena terdapat sepotong besi baja yang tergeletak menghalangi jalanan. Mereka berusaha menyingkirkan baja tersebut dengan kekuatan yang mereka miliki masing-masing.

“Itu bisa Aku singkirkan,” kata Kapak. Pukulan-pukulannya keras sekali menghantam baja yang kuat dan keras juga itu. Tapi tiap bacokan hanya membuat kapak itu lebih tumpul sendiri sampai ia berhenti.

“Sini, biar aku yang urus,” kata Gergaji. Dengan gigi yang tajam tanpa perasaan, ia pun mulai menggergaji. Tapi kaget dan kecewa ia, semua giginya jadi tumpul dan rontok.

“Apa kubilang,” kata Palu, “Kan aku sudah omong, kalian tidak bisa. Sini, sini aku tunjukkan caranya.” Tapi baru sekali ia memukul, kepalanya terpental sendiri, dan baja tetap tak berubah.

“Boleh aku coba?” tanya Nyala Api. Dan ia pun melingkarkan diri, dengan lembut menggeluti, memeluk, dan mendekapnya erat-erat tanpa mau melepaskannya. Baja yang keras itu pun akhirnya meleleh dan cair…